
Alex Noerdin Resmi Tutup Usia, Ini Kiprah Dan Kontroversinya!
Alex Noerdin, Kabar Duka Datang Dari Dunia Politik Indonesia Dengan Wafatnya Mantan Gubernur Sumatera Selatan Dua Periode Tersebut. Yang mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 25 Februari 2026, sekitar pukul 13.30 WIB di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta. pada usia 76 tahun setelah menjalani perawatan intensif. Kabar ini telah di konfirmasi oleh keluarga. Dan di kenal luas di kalangan masyarakat serta partai politik tempat ia berkiprah semasa hidupnya Alex Noerdin.
Alex Noerdin lahir di Palembang pada 9 September 1950. Dan menempuh pendidikan tinggi di beberapa perguruan tinggi di Indonesia sebelum memulai kariernya di pemerintahan. Ia mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Selatan. Kemudian sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang. Pengalaman awal yang memperkenalkan dirinya pada dinamika birokrasi pemerintahan daerah Alex Noerdin.
Menjadi Batu Loncatan Baginya
Jejak politiknya di mulai secara formal ketika ia terjun ke dunia politik praktis dengan bergabung di Partai Golkar. Pada awal 2000-an, ia terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin selama dua periode berturut-turut, yakni 2002-2006 dan 2007–2012. Keberhasilan memimpin kabupaten ini Menjadi Batu Loncatan Baginya untuk tampil di arena politik yang lebih besar. Puncak karier politik Alex Noerdin terjadi ketika ia terpilih sebagai Gubernur Sumatera Selatan pada 2008.
Ia menjabat dua periode, dari 2008 hingga 2018, bersama wakil gubernur yang berbeda di setiap periode. Selama kepemimpinannya, ia di kenal sebagai tokoh yang giat mempromosikan pembangunan infrastruktur dan layanan publik. Dua program sosial yang paling mencuat adalah kebijakan berobat gratis dan sekolah gratis bagi masyarakat Sumatera Selatan. Sebuah kebijakan progresif yang menarik perhatian nasional. Dan sempat menjadi percontohan di beberapa daerah lain.
Alex Noerdin Melanjutkan Kiprahnya
Setelah selesai masa jabatannya sebagai gubernur, Alex Noerdin Melanjutkan Kiprahnya di tingkat nasional. Dengan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II pada periode 2019-2024. Selama di DPR, ia di tempatkan di Komisi VII yang fokus pada sektor energi, teknologi, dan riset. Hanya saja, kiprah tersebut tak terlepas dari dinamika internal partai. Termasuk pergeseran posisi di komisi oleh Fraksi Golkar, hingga akhir masa jabatannya.
Meski di kenal sebagai tokoh pembangunan, kariernya tidak lepas dari kontroversi hukum. Ia terjerat beberapa kasus dugaan korupsi. Termasuk kasus pembelian gas bumi oleh perusahaan daerah PDPDE Sumsel dan kasus dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang. Dalam salah satu kasus tersebut, ia di vonis hukuman penjara dan sempat menjalani masa hukumannya. Pada 2025, ia kembali menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait proyek revitalisasi Pasar Cinde Palembang.
Meninggalkan Catatan Panjang
Tentunya yang masih dalam proses hukum hingga akhir hayatnya. Reputasi Alex Noerdin dalam sejarah politik Sumatera Selatan. Dan Indonesia wilayahnya mencerminkan dua sisi nyata dari dunia pemerintahan. Di satu sisi ia di kenang atas kemajuan infrastruktur dan kebijakan sosial yang berdampak luas. Di sisi lain, masalah hukum yang mencuat di akhir kariernya turut mewarnai ingatan publik terhadap dirinya.
Dengan wafatnya ia Meninggalkan Catatan Panjang yang mencakup pembangunan. Pelayanan publik, serta dinamika hukum politik yang kompleks. Kabar kepergian Alex Noerdin ini di sikapi dengan ucapan belasungkawa dari berbagai pihak. Termasuk Partai Golkar tempat ia bernaung. Dan yang menyampaikan dukacita mendalam atas kepergian sosok yang pernah memimpin provinsi Sumatera Selatan dan berkontribusi dalam politik nasional Alex Noerdin.